
Jika
Jika kamu memancing ikan…..
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu…..
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja….
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang… .
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya…..
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja……
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat… ..
Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh……cukuplah sekadar keperluanmu. ……
Apabila sekali ia retak……tentu sukar untuk kamu menambalnya semula……
Akhirnya ia dibuang….. .
Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi…..
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya…. .
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa…. .
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. ….akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya…. .
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi…..yang pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain….
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
kamu akan menyesal.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan….yang membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu. Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, cuba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang lain kamu juga akan menyesal
Sabtu, 23 Oktober 2010
jangan pernah lakukan ini
Diposting oleh Vi vie islami di 10/23/2010 09:29:00 PM 0 komentar
Label: ketahuilah
Rahasia Hati

Waktu terus berlalu
Tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan
Masih teringat jelas
Senyum terakhir yang kau beri untukku
Tak pernah ku mencoba
Dan tak ingin ku mengisi hati ku dengan cinta yang lain
Kan kubiarkan ruang hampa didalam hidupku
Bila aku harus mencintai dan berbagi hati itu hanya denganmu,
Namun bila kuharus tanpamu,
Akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta
Hanya dirimu yang pernah tenangkanku
Dalam pelukmu saat ku menangis
Diposting oleh Vi vie islami di 10/23/2010 09:23:00 PM 0 komentar
Label: lagu
Sudahi Perih Ini

Apa yang harus
Ku lakukan lagi bila kau tak setia
Karena aku hanya seorang manusia
Yang tak kau anggap
Aku tlah coba untuk memahamimu
Tapi kau tak peduli
Cukup sudah
Kau sakiti aku lagi
Serpihan perih ini
Akan ku bawa mati
Aku mencoba
Memberikan segala yang telah aku punya
Namun semuanya hanya sia-sia
Percuma
Sampai kapan
Bisa membuatmu mengerti
Membuat aku bermakna
Dihatimu dimatamu sayang
Diposting oleh Vi vie islami di 10/23/2010 09:12:00 PM 0 komentar
Label: lagu
Minggu, 10 Oktober 2010
cerpen " ADITA ALFIA LUTFIANA "
ADITA ALFIA LUTFIANA
Pamekasan 10 oktober 2010
Cerpen by : Evi.is
Dia masih mengingatku ,perempuan dari bagian masa lalu nya , november 2008 lalu saat pertama kami berkomunikasi via sms , pria asal bojonegoro yang akrab disapa aldi itu ,adalah seorang mahasiswa di perguruan tinggi di kotanya , anak bungsu dari tiga bersaudara itu adalah seorang pria yang lembut tutur katanya .
Ketika ku jemput di terminal pamekasan 31 juni 2009 lalu , senyumnya mengembang saat pertama berjumpa denganku , aldi sengaja datang dari bojonegoro ke pamekasan untuk hari ultahku pada tanggal 3 juli 2009 silam, aku tak pernah mendapat kado dari orang-orang terdekatku , surprise aldi datang jauh untukku ,hanya untuk hari ultahku , rasanya senang sekali .
Pria yang ku harapkan untuk memberikan ucapan selamat ultah kepadaku tak pernah memberikan ucapan kepadaku , yang ku tunggu dari 2008 lalu sampai 2010 bulan juli telah terlewati, pria yang selalu ada dala mimpiku ,pria yang selalu ku kagumi,pria yang selalu ku sanjung namanya ,pria yang ku bangga-banggakan ,pria yang yang selalu ku harapkan , dia tak pernah sedikitpun mengingatku,namanya azar , ku kenal pria itu dari reizal sahabat ku kala tingkat Tsanawiyah dulu .
Aldi seakan mengerti aku , dialah sesosok pria yang datang untuk temui aku ,namun sayangnya ,dia tak akan pernah memilikiku ,begitu pun sebaliknya , karena ada alasan tertentu yang tidak dapat ku sebutkan dalam ceritaku ini , betapa ku senang seorang teman curhatku yang jauh dari sana datang tuk temuiku ,tuk tau bagaimana kota pamekasan yang telah membesarkanku itu .
“ Happy Britday To You……..”
Itulah sampul buku berwarna putih yang dia beri untukku ,sebuah novel berjudul “Abadilah Cinta “ karya Andre aksana , sampulnya putih dan rapi , kado paling special di ultahku yang ke 19 tahun , sambil berucap
“ aku tak bisa memberikan apa-apa sayang, hanya novel ini aku beli di Tunjungan Plaza surabaya tadi pagi , aku tertarik pada judulnya , bahwa sebuah cinta abadi , ku harap kau suka dengan pemberianku ini …. “
Aku hanya tertunduk tersenyum dan meneteskan air mataku , oh Tuhan inikah ke tulusan seorang sahabat yang rela jauh untuk seorang teman yang selalu temaninya di hari-harinya walaupun hanya dengan sebuah pesan singkat ,dan komunikasi via handphone, Aldi menganggapku kekasihnya , namun diriku ,diriku belum tau arti cinta sesungguhnya , diriku hanya perempuan yang tergila-gila pada laki-laki bernama Azar ,
Diriku hanya berharap kelak dia akan menjemputku untuk hidup bersamanya ., namun semuanya hanyalah sebuah mimpi yang tak akan pernah terwujudkan , semua hanyalah mimpi. Ku liat novel itu masih dengan level harga , novel itu seharga Rp.55.000 , aku pegang erat novel itu , dan ku ucapkan trimakasih aldi , tanpa novel ini pun ,aku sangat senang ternyata masih ada seorang yang memberiku ucapan di hari specialku,kau begitu mengerti aku , buku adalah kesukaanku dan membaca adalah hobiku ,terimakasih , aku akan selalu menjaga buku ini dengan baik .
Seiring berjalannya waktu yang terus saja berputar dan berganti , adi mengabarkanku kalau dia menikah dengan perempuan bernama dita , alhamdulillah ucapku kemudian , namun aku tak bisa hadir dalam pesta pernikanmu , lalu ku teringat ketika ku bawa Aldi ke sebuah pantai di pamekasan , kami bilang kelak kalau kami sama-sama punya anak jangan lupa kasi nama anak kita dengan terusan alfi yang berarti aldi dan vivi , vivi adalah namaku , aldi mengangguk mengiyakan , akupun juga demikian , dan semoga rasa persahabatan kita abadi .
Dan ku kabarkan pada Aldi bahwa diriku telah kembali bersama seseorang yang dari dulu aku harapkan , yang dari dulu aku sayangi , bahwa doaku terkabulkan untuk bersamanya , bahwa ke kuatan doa dapat mencapai segalaya . aldi ikut bahagia terhadap kebahagianku itu , ia ucapkan selamat untukku ,dan ia berpesan jangan pernah putus lagi dari dia , aku tersenyum saking bahagianya aku di bulan november2009 itu ,kan ku jaga rasa sayang ini selalu untuknya .
Namun sayangnya aku tak pernah sadar kalau pria yang bersamaku tak pernah dengan tulus menyayangiku ,aku terlalu bodoh dan terlalu gampang untuk di bohongi , aku tak tau apa maunya , entahlah ,mungkin aku hanya sesosok sampah di matanya , namun aku tak pernah menyesal mencintainya dan menyayanginya , bagiku dia adalah sesosok pria yang ku sayangi setulus dan se ikhlas hatiku .
Aku tak pernah meninggalkannya , aku tak pernah pergi darinya , dialah yang pergi dariku , dialah yang membuat jarak terhadapku ,ia tak pernah mencoba menjelasakan padaku siapa perempuan yang bersamanya siang itu saat berpapasan denganku , seandainya dia menjelaskan siapa perempuan yang bersamanya ketika itu , tak akan pernah aku terpisah darinya , namun dirinya lah yang tak pernah memberi satu kabar kepadaku , dirinyalah yang membisu terhadap kejadian itu , padahal aku menunggunya untuk menjelaskan padaku , kini ku mengerti akan sikap diamnya terhadapku , itu mengartikan dia tak pernah menginginkanku di sisinya . dan aku pun sangat mengerti itu .
Kini dita telah melahirkan anak pertamanya dengan aldi , betapa tidak ku teteskan air mata pagi tadi ketika ku liat foto bayi mungil itu dengan nama
“ ADITA ALFIA LUTFIANA “
Aldi masih mengingatku , nama Alfi berada di tengah nama putrinya , aku kagum pada janji yang ia tepati itu , insyaallah kelak juga kan ku tepati janjiku kepadanya untuk datang ke kediamannya di bojonegoro setelah ku mempunyai suami kelak , aku berjanji kelak akan membawa suamiku untuk di perkenalkan kepadanya , kepada aldi kakak angkatku yang sangat baik dan kusayang , kepada mbak anik kakak tertuanya ,dan kepada kak alif kakak nomor duanya tak lebih kepada bapak dan ibu disana, aku berjanji bahwa aku akan temukan sosok adam yang benar-benar akan membawaku dalam kehidupannya ,dan akan membahagiakan aku selamanya , menghapus air mataku dan selalu melindungiku .. amien …. Amien …….
Kak aldi semoga kamu dan mbak dita selalu bahagia , di berikan kesehatan yang cukup , semoga putri kalian menjadi seorang putri yang sholehah hatinya .
Kepada Adita Alfia lutfiana ponakanku yang imut , sayangi kedua orang tuamu , banggakan mereka , dan jadilah anak ayah aldi dan mama dita yang terbaik .
Kini waktu teruslah berjalan memutar mengiringi kehidupan .
___________ THE END __________
Cerita ini aku tulis untuk Adita Alfia Lutfiana bayi mungil dan cantik .
Ttd
( Pamekasan 10 oktober 2010- Evi )
Diposting oleh Vi vie islami di 10/10/2010 01:43:00 AM 1 komentar
Label: cerpenku
Sabtu, 09 Oktober 2010
Paradoks Nasionalisme Indonesia
Paradoks Nasionalisme Indonesia
Posted on August 25 2010
by Sulfikar Amir/IM
Sulfikar Amir, pengajar sosiologi di Nanyang Technological University (NTU) di Singapura
Indonesia tidak lahir dari tanah. Darahnya tidak mengalir dari mata air di kaki gunung. Ruhnya tidak ditiup oleh Sang Pencipta di atas sana. Dan seluruh takdirnya di masa lalu, kini, dan masa depan tidak tertera dalam kitab-kitab suci masa lampau. Indonesia adalah anak sejarah yang senantiasa mendekap dalam pelukan sang bunda kala yang mengandung dan membesarkannya. Sebuah ikatan yang membentuk wajah dan watak Indonesia yang penuh dinamika dan diwarnai oleh ambivalensi.
Partha Chaterjee pernah bilang, bangunan nasionalisme tidak pernah utuh. Didalamnya mengandung serpihan-serpihan yang tidak pernah bisa menyatu bagai minyak dan air. Imajinasi yang menjadi materi dasar ideologi nasionalisme seperti yang dilontarkan Ben Anderson berubah menjadi arena kekerasan ketika ide kebangsaan berbenturan dengan realitas masyarakat yang penuh dengan fragmen-fragmen sosial budaya yang bersanding diametrikal. Dalam wujud ekstrim, nasionalisme adalah wacana penuh kekerasan, simbolik maupun dalam arti sebenarnya, yang memberangus kemerdekaan individu karena di dalamnya mengandung ikatan kolektif paling primitif yang membentuk identitas. Inilah paradoks nasionalisme yang paling brutal. Dan paradoks ini bersembunyi dengan nyaman di wacana nasionalisme Indonesia tanpa pernah digugat secara tuntas.
Seratus tahun kebangkitan nasional mungkin terdengar gagah. Setidaknya untuk menakut-nakuti negara tetangga yang masih belia (namun berlari kencang). Tetapi Indonesia bukanlah anak kandung bumi pertiwi. “Indonesia” adalah imposisi identitas kaum intelektual Eropa yang kebingungan harus memanggil apa bangsa di kepulauan ini. Dari “kebingungan” itulah Indonesia mungkin terjadi yang kemudian mengalir melalui gagasan modernitas kaum elit Jawa yang ingin mengecap apa rasanya menjadi orang moderen. Inilah awal paradoks nasionalisme Indonesia. Paradoks karena dia tidak pernah ada tetapi ada. Sebuah wujud tanpa bayangan masa lalu. Sebuah diskontinuitas.
Tetapi bukankah bangsa Indonesia telah ada sejak 5000 tahun yang lalu seperti Muhammad Yamin pernah bercerita? Ideologi selalu berdiri diatas mitos dan mitos seperti kita pahami tidak segaris dengan realitas. Setiap masyarakat yang memiliki identitas memiliki mitos. Karena identitas adalah mitos yang terinstitusionalisasi. Nasionalisme dimanapun selalu berpijak pada mitos. Dia dapat merujuk pada ancaman, utopia, atau superioritas ras. Adolf Hitler, Sukarno, Deng Xiao Ping, Lee Kuan Yew, Fidel Castro, hingga George W. Bush adalah aktor-aktor yang sangat lihai mengeksploitasi mitos demi tujuan-tujuan politik kebangsaan. Mitos-mitos nasionalisme dilengketkan pada seremoni kenegaraan dan diidentikkan dengan patriotisme dan heroisme.
Nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme dengan cetakan masa lalu. Eksitensi bangsa kepulauan ini dibingkai oleh mitos tentang kerajaan-kerajaan masa silam seperti yang diajarkan oleh guru-guru sejarah di sekolah. Dalam wacana ini, “Indonesia” adalah sebuah kerumuman orang-orang yang sama tuanya dengan tanah dan air di negeri ini. Pada titik ini, diskontinuitas sejarah seakan-akan sirna oleh sebuah mitos yang dihidupkan untuk menghubungkan Indonesia moderen dengan “Indonesia” masa lalu yang jaya, gemah ripah nan sejahtera seperti dalam penggambaran Majapahit yang begitu kental dengan aroma romantisisme.
Kenyataannya, nasionalisme seperti ini membuat Indonesia masa kini terbelenggu oleh keterbatasan imajinasi ke depan. Nasionalisme bukanlah wacana yang mencari sebuah harmoni melainkan hegemoni. Karenanya tidak heran jika nasionalisme menjadi alat institusi negara yang efektif untuk memobilisasi dukungan massa sekaligus menjadi alat legitimasi untuk memberangus musuh-musuh negara yang dianggap tidak nasionalis. Dalam wacana nasionalisme ala negara, kekuasaan menjadi tujuan utama di mana gagasan-gagasan alternatif tentang makna kebangsaan dikungkung dalam ruangan sempit dan gelap. Itulah nasionalisme Indonesia hasil konstruksi sejarah Orde Baru yang hingga sekarang masih kuat mencengkeram dalam kepala-kepala kita. Sebuah nasionalisme yang berpusat pada praktek terorisme negara, begitu kata Ariel Heryanto.
Nasionalisme Orde Baru yang hegemonik tentu saja tidak muncul dari Cendana tetapi berakar pada sejarah Indonesia sebagai suatu politi moderen yang penuh kontestasi. Kontestasi antara nasionalis-sekuler vis-à-vis nasionalis-relijius, sosialisme vis-à-vis kapitalisme, elit vis-à-vis rakyat jelata, Jawa vis-à-vis non-Jawa, pribumi vis-à-vis non-pribumi, individualisme vis-à-vis kolektivisme. Konflik multi dimensi ini menghasilkan ambivalensi yang menunjukkan bahwa nasionalisme Indonesia sebenarnya belum, dan mungkin tidak akan pernah utuh sempurna.
Jika memang harus tetap ada, nasionalisme Indonesia harus didekonstruksi. Tantangan generasi saat ini adalah menciptakan nasionalisme dengan cetakan yang menghadap ke depan, tidak kebelakang. Imajinasi-imajinasi tentang masa lampau yang masih erat menempel pada materi nasionalisme Indonesia seharusnya dipasang pada tempat yang sepantasnya yang memungkinkan terjadinya interpretasi dan reinterpretasi akan makna nasionalisme, sebuah nasionalisme pasca Majapahit. Sebagai bangsa moderen, bangunan nasionalisme Indonesia seharusnya dibangun di atas tanah yang masih segar, bukan diatas kuburan masa lampau yang kering dan gelap.
Nasionalisme Indonesia masa depan melihat Indonesia bukan sebagai tanah warisan tetapi tanah harapan (the land of promise). Artinya, semua orang adalah pendatang yang terikat pada satu komitmen membangun tanah air ini tidak dengan identitas hegemonik tetapi dengan identitas multikultural. Dalam wacana demikian, tidak ada satupun yang memegang otoritas sebagai penterjemah tunggal nasionalisme. Pada saat yang bersamaan, semangat globalisasi harus diakomodasi ke dalam jiwa nasionalisme Indonesia tanpa harus terjebak ke dalam agenda-agenda globalisme. Bagaimanapun, sejarah Indonesia ke depan dibentuk arus global yang diwarnai oleh nilai-nilai lokal. Dipersimpangan inilah nasionalisme Indonesia yang moderen dan beradab dapat berdiri menatap jaman.
Diposting oleh Vi vie islami di 10/09/2010 01:42:00 AM 0 komentar
Label: pengetahuan
Jumat, 08 Oktober 2010
Gantungan punyaku
Ini adalah gantungan kunci punya ku
dan gantungan kunci ini untuk lemariku
lemari tempat menyimpan benda berharga .... hehehehe... bohong ah .... ya lemari tempat menyimpan bajulah ..... wkwkwkw
gak taulah aku ini aneh sekali ,setiap beli gantungan huruf,selalu jatuhnya pada A ,,,
gila gue maniak A kali ya ..... hehehehe...
kalian mau beli gak ?
Diposting oleh Vi vie islami di 10/08/2010 09:06:00 PM 0 komentar
Label: curhat
Vivanews_Bokong besar pertanda jantung sehat
Bokong Besar Pertanda Jantung Sehat
VIVAnews - Memiliki bokong besar bukan sekadar menampilkan kesan seksi. Studi terbaru mengungkap, timbunan lemak di bagian bokong dan paha dapat meningkatkan harapan hidup pemiliknya.
Berdasar studi yang dilakukan sejumlah pakar kesehatan dari Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota, lemak yang terakumulasi di bokong dan pangkal kaki bagian atas justru mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Tidak seperti lemak di perut yang meningkatkan risiko tiga penyakit tersebut.
Tim peneliti yang dipimpin Dr Michael Jensen melibatkan 28 pria dan wanita sebagai partisipan. Selama delapan minggu, mereka memberi perlakuan dan pola makan yang sama terhadap seluruh partisipan. Mereka ingin melihat pertumbuhan lemak di tubuh para partisipan.
Mayoritas partisipan memiliki lemak sekitar 2,45 kg di bagian tubuh atas seperti perut dan dada. Sementara di bagian tubuh bawah seperti bokong, pinggul, dan paha sekitar 1,5 kg. Pengukuran ini dilakukan sebelum dan setelah 'masa karantina'.
Dalam penelitian terungkap, ada perbedaan sel-sel lemak yang melilit bagian tubuh atas dan bawah. Sel-sel lemak di bagian tubuh bawah mengandung agen anti-inflamasi alami yang dapat menghentikan penyumbatan arteri.
Seperti dikutip dari Daily Mail, Jensen mengatakan, temuan ini menantangnya untuk mencari cara meningkatkan produksi lemak di bagian tubuh bagian bawah tanpa menambah timbunan lemak di bagian tubuh bagian atas. "Ini penting untuk membentuk perlindungan tubuh dan membantu mencegah penyakit."
Temuan yang dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences mungkin bisa menjelaskan manfaat memiliki tubuh berbentuk buah pir
Diposting oleh Vi vie islami di 10/08/2010 12:56:00 AM 0 komentar
Label: ketahuilah




.jpg)