THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 16 Desember 2009

Menilai karakter

Menilai karakter

Karakter, kata ini sangat penting dan selalu jadi pokok bahasan yang menarik. Bagaimana kita mengetahui karakter seseorang? Bagaimana kita menilai kelayakan usaha, yang faktor utamanya sangat tergantung dari karakter si pemilik. Bagaimana menilai karakter calon pacar? Calon mantu? Atau karakter partner kerja kita?

Saya ingin mencoba sharing pengalaman tentang bagaimana cara menilai karakter, yang mudah2an berguna.

1.Perilaku/sifat sehari-hari

Untuk mengenal karakter seseorang, kita harus mengamati perilakunya sehari-hari. Bagaimana cara hidupnya, apakah dia seorang yang boros, atau orang yang berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Apabila kita bekerja di perbankan, telah ada sistem untuk menilai apakah yang bersangkutan mempunyai kredit macet di bank lain apa tidak, bagaimana riwayat pinjaman di bank lain. Bagaimana cara nasabah yang bersangkutan mengelola keuangannya (dapat dilihat dari mutasi rekening korannya), apakah mutasi RK nya aktif apa tidak? Namun ini saja tidak cukup, diperlukan pengamatan yang memerlukan waktu yang cukup lama, untuk memahami karakter seseorang.

2. Komitmen terhadap janji

Apakah seseorang dapat memegang janji yang diucapkan. Apakah dia tak mudah terpengaruh atas pendapat orang lain? Seorang atasan dapat menilai apakah anakbuah nya layak dipercaya, menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai target waktu, walaupun atasan tidak ada.

3.Penilaian pihak ketiga

Kita perlu menilai dari pihak ketiga, yang antara lain: teman2 terdekatnya, partner kerjanya, suppliernya (kalau dia punya usaha), konsumennya (bagaimana dia melayani konsumen, dan mengelola complain), atasannya, bawahannya.

Yang perlu disadari, karakter seseorang dapat berubah seiring dengan perubahan waktu. Seseorang yang dulunya sangat teguh memegang janji, setelah usahanya atau karirnya sukses, menjadi seseorang yang lain. Oleh karena itu, dalam suatu kerja sama, atau persahabatan, kita harus tetap mengevaluasi, apakah orang yang menjadi partner kita tetap mempunyai karakter yang baik, dan tetap menjaga komitmen bersama. Bagi Bank, perlu memonitor usaha nasabahnya, dan tetap dekat dengan nasabahnya sehingga nasabah merasa “diorangkan” sehingga kita berharap dia tetap akan menjaga komitmennya. Begitu juga hubungan persahabatan, ataupun hubungan suami isteri, kita tetap harus merawat hubungan ini, saling menjaga dan memperhatikan,sehingga diharapkan kita dapat memahami jika terjadi perubahan, sehingga jika terjadi sesuatu dapat diperbaiki secara dini. Hal ini dapat diibaratkan orang yang merawat tanaman, harus disiram, di pupuk agar tanaman segar dan memberikan bunga nya untuk dapat dinikmati.

Karakter memang sangat menentukan. Usaha bisa menurun, tapi jika perusahaan mempunyai karyawan yang karakter nya sangat baik, dengan semangat kerja dan komitmen tinggi, maka kondisi usaha dapat diperbaiki. Kita dapat melihat, berapa banyak perusahaan di Indonesia yang bangkit kembali dari keterpurukan, bahkan meraih sukses, karena adanya semangat berjuang dari karyawannya. Begitu juga dalam hal rumah tangga, jika mendapat masalah, hubungan suami isteri yang kuat akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik .

Ditulis dalam Manajemen

0 komentar: